Langsung ke konten utama

PENGARUH NEGATIF GLOBALISASI BAGI PEMUDA MUSLIM MASA KINI



Apa yang dimaksud dengan globalisasi wahai saudaraku? Globalisasi secara bahasa terdiri dari gabungan dua kata yaitu globe dan –isasi. Globalisasi memiliki pengaruh yang sangat besar bagi generasi pemuda muslim zaman sekarang. Pengaruh globalisasi tersebut menimbulkan beberapa perubahan yang cukup besar, di antaranya;

1)     Penggunaan gawai/gadget yang berlebihan
Pada zaman modern saat ini, jika ada seseorang yang tidak mempunyai gawai (setidaknya sebuah telefon pintar), maka orang tersebut dianggap orang yang ‘ketinggalan zaman’, kudet (kurang update), nggak keren, nggak gaul, dan sebutan-sebutan yang senada dengannya. Namun perlu diketahui bahwa gawai tersebut harus dikontrol penggunaannya, terutama bagi anak kecil. Jangan sampai penggunaan gawai ini menjadi berlebihan dan tidak terkontrol. Jika sudah berlebihan dan tidak terkontrol, maka dapat menimbulkan dampak negatif bagi kita, diantaranya:

a.       Lupa akan pentingnya belajar
Sudah kita ketahui bersama, bahwa belajar merupakan perintah bagi umat Islam yang wajib dilaksanakan, baik laki-laki maupun perempuan. Hal yang demikian itu, tertera dalam hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :

اُ طْلُبُ العِلْمَ وَلَوْ بِا الصِينِ فَاِنّ طَلَبَ الْعِلْمَ فَرِيْضَةٌ عَلَي كُلِّ مُسْلِمٍ  ( رواه ابن عبد البر )
Artinya : “Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri cina, maka sesunguhnya mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.” ( H.R. Ibnu Abdil Bar)

b.       Melalaikan urusan ibadah kepada Allah terkhusus ibadah shalat.
Tak dapat kita pungkiri lagi, bahwa gadger dapat membuat kita lalai terhadap shalat. Fenomena yang sering terjadi ialah kita menunda-nunda waktu shalat hingga kita tak sadar bahwa waktu shalat yang kita miliki telah habis.
Rasulullah bersabda :

عَنْ اُمِّ فَرْؤَةَ قَالَتْ سُئِلَ رَسُوْلُ للَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَيُّ الاَعْمَلِ اَفْضَلُ,قَالَ الصَّلاةُ فَيْ اَوَّلِ وَقْتِهَا ( رواه ابو داود )
Artinya : Dari Ummu Farwah berkata: “Rasulullah ditanya, amalan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab: “shalat diawal waktunya.” ( H.R. Abu Dawud no.4)


c.       Mengabaikan perkataan bahkan mendurhakai kedua orang tua.
رِضَى اللًّهِ  فِيْ رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللَّهِ في سَخَطِ الوَلِدَيْنِ
(رواه الترمذى)
Artinya: Ridhonya Allah tergantung pada ridho kedua orang tua, sedangkan murkanya Allah adalah murkanya kedua orang tua kita.( H.R. At-Tirmidzi )
Penggunaan gadget juga dapat mempengaruhi kepribadian kita terhadap orang tua. Kejadian yang sering terjadi ialah ketika orang tua memanggil anaknya, sang anak tak menghiraukan panggilan orang tuanya, bahkan yang paling menyedihkan ialah, ketika orang tua berusaha memanggil sang anak dengan suara yang lebih keras, sang anak pun marah dan ada pula yang sampai hati membentak kedua orang tuanya.
Al-qur’an telah menjelaskan kepada umat manusia untuk senantiasa menghormati kedua orang tua dan bertutur kata dengan baik dan halus.
Allah ta’ala berfirman:

۞وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنًاۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ 
ٱلۡكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفّٖ وَلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلٗا كَرِيمٗا  ٢٣
Artinya: Dan tuhanmu telah memerintahkan kepadamu untuk jangan menyembah selain kepada-Nya,dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tuamu. Jika mereka sudah berusia lanjut, maka janganlah engkau sekali-kali berkata “ah” dan janganlah engkau membentaknya dan berkatalah kepada keduanya dengan perkataan yang baik. ( Q.S. Al-Isra’: 23).
2)     Bermegah-megahan atau mubadzir harta
Bermegah-megahan tidak lepas dari hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia. Jika hawa nafsu saja yang kita perturutkan, maka tak pernah ada batasnya. Kita harus  bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus kita miliki, jikalau kita tidak memiliki nya, maka kita tidak dapat hidup dengan sempurna. Contoh: sandang, pangan, dan papan. Keinginan adalah sesuatu yang tidak harus kita miliki, ia hanya sebagai pelengkap saja.
Kejadian yang sering terjadi adalah, kita sering mengganti barang kita yang lama dengan barang yang baru, padahal barang lama tersebut masih bisa digunakan. Inilah yang disebut bermegah-megahan dan termaksud mubazir harta. Allah berfirman:

أَلۡهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ  ١ حَتَّىٰ زُرۡتُمُ ٱلۡمَقَابِرَ  ٢

Artinya: “ sungguh bermegah-megahan telah melalaikan mu [1] Sampai kamu masuk kedalam kubur [2] “(Q.S, At-Takasur: 1-2)
Dengan bermegah-megahan kita dapat melalaikan kenikmatan yang di berikan oleh Allah ta’ala. Oleh sebab itu hindarilah sifat bermegah-megahan yang kita miliki, karena sifat ini juga dapat membawa kita kepada kekufuran dengan melupakan kesyukuran terhadap nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya.

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي 
لَشَدِيدٞ  ٧
      Artinya: Dan( ingatlah) ketika tuhanmu memaaklumkan “ sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatku) maka pasti adzabku sangat berat. ( Q.S. Ibrahim: 7)
3)     Membuang-buang waktu
Manusia-dengan segala tindak tanduknya-selalu dan akan terus menerus berpusat pada kenikmatan duniawi. Sifatnya yang mudah terbuai dan lupa seolah menahbiskan dirinya sebagai makhluk yang lalai. Kesemuanya adalah sifat yang tak dapat dihilangkan dari kodratnya sebagai insan tuhan. Namun, sifat lalai akan waktu dapat menimbulkan sifat domino pada ketidakorganisirnya kelancaran hidup manusia. Terutama dalam hal menghamba pada Allah SWT. Seperti yang termaktub dalam kalamnya.
وَٱلۡعَصۡرِ  ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ  ٢
Artinya : “Demi masa [1] Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian [2]
Wanti-wanti Allah pada hambanya yang selalu menghamburkan waktunya. Peringatan ini berfungsi sebagai peringatan ukhrowi agar manusia berada dalam kesiapsiagaan menghargai waktu. Sikap harus selalu diadatkan dalam diri tiap muslim yang menginginkan keteraturan dan kebahagiaan hidup yang hakiki.
Dalam ayat diatas, dapatlah kita ambil kesimpulan bahwa memannfaatkan waktu merupakan suatu hal yang dapat kita lakukan agar kita tidak termasuk orang yang merugi. Manfaatkanlah waktumu dengan melakukan amal shaleh, seperti:
1.    Memanfaatkan waktu luang dengan membaca Al-Qur’an.

اِقْرَأْ القُرْاَن فَاِنَّهُ يَاْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعاً لِاَصْحَابِهِ (رواه مسلم )

Artinya: Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia datang pada hari kiamat dengan membawa syafa’at bagi orang-orang yang membacanya. ( H.R.Muslim)

2.    Bersedekah dan menolong fakir miskin melalui kegiatan sosial.

عَنْ اَنَسٍ ابْنِ مَالِك قَالَ, قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَصَدَّقُوْا فَاِنَّ الصَّدَقَةَ فَكَاكُمْ مِنَ النَّارِ
 ( رواه الدّرقطني, الطّبراني, ابو نعيم, البيهقي, و ابن عساكر)
Artinya: Dari Anas bin Malik berkata: Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Bersedekahlah kamu, karena sesungguhnya sedekah mencegahmu dari sikasa api neraka. ( H.R. Ad-daruqutni, Athobroni, Abu Na’im, Baihaqi,dan Ibnu Asakir).

3.    Mengamalkan ilmu yang kita miliki meskipun tidak terlalu banyak.

بَلِغُ عَنِيْ وَلَوْ اَيَةَ ( رواه البخاري)
Artinya: Sampaikanlah dariku ( Nabi Shalallahu alaihi wasallam) walau hanya satu ayat. ( H.R. Bukhari)

4.    Membantu dan menolong saudara yang membutuhka yang membutuhkan.
Allah berfirman:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ ٢
Artinya:  Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan keburukan ( Q.S. Al-Ma’idah: 2
Dari 4 (empat) cara diatas moga-moga kita dapatlah memanfaatkan waktu yang kita miliki dengan baik dan sesuai dengan tuntunan yang di arahkan oleh agama islam, sesuai yang termaktub dalam kalam Allah.
Demikianlah pengaruh daripada globalisasi dan cara menanggulanginya sesuai dengan yang telah dituntunkan Allah kepada kita sebagai insan yang mulia.

Komentar